| Kolaborasi Bali Climate Change |
|
|
|
| Ditulis oleh PPLH Bali |
| Kamis, 10 April 2008 02:48 |
|
UNFCCC (United Nations Framework Conventions on Climate Change) atau Konferensi Perubahan Iklim di Nusa Dua – Bali telah dilaksanakan pada 3 -14 Desember 2007. Konferensi ini dihadiri sekitar 10.000 orang delegasi yang mewakili 185 negara terdiri dari Kepala Negara, Menteri akademisi, pakar dan LSM.  Sebagai tuan rumah yang baik tentu Bali menyiapkan sedemikian rupa agar para tamu bisa betah dan sukses menjalankan konferensinya. Sekelompok LSM lingkungan di Bali tidak ikut pusing dalam persiapan akomodasi kali ini. Ini sebuah kesempatan emas yang tidak ingin disia-siakan lagi seperti konferensi-konferensi terdahulu. Dengan persiapan yang terbatas terjadi pertemuan kecil di ruang meeting PPLH Bali bersama Walhi Bali, Bali Organik Asosiasi (BOA) dan Yayasan Wisnu. Keempat lembaga ini sepakat akan berkontribusi dalam konferensi internasional ini. Agenda yang disiapkan pertama akan membawa isu lokal nyepi atau hening menjadi isu global, membuat film nyepi untuk ditayangkan pada pembukaan UNFCCC, memasukan isu nyepi sebagai kearifan lokal yang ikut kontribusi dalam pengurangan gas emisi dalam pidato presiden dan terakhir meminta akses 12 orang lokal bisa menjadi delegasi dalam UNFCCC. Persiapan dengan penuh kerja keras selama 4 bulan akhirnya dapat tercapai semua pada puncak UNFCCC. Namun panitia kolaborasi tidak puas sampai disitu, aksi nyata dalam pengurangan gas emisi rumah kaca dengan mencanangkan World Silent Day atau Hari Hening Sedunia pada tanggal 21 Maret. Untuk menyebarluaskan ide ini tanggal 17 Maret 2008 panitia melakukan konferensi pers. Selain itu telah dipersiapkan website, baliho dan flayer untuk disebarkan kepada masyarakat lokal Bali. World Silent Day ini dilakukan dengan cara mematikan peralatan eletronik misalnya komputer, laptop, AC, handphone, lampu selama 4 (empat) jam mulai pukul 10.00 – 14.00 waktu setempat. Untuk mengetahui selengkapnya bisa membuka website www.worldsilentday.org. Marilah bersama memberi Satu Hari untuk Bumi Bernafas. |




